Bisnis

Aceh Mengalami Inflasi 0,24% Pada Bulan Juli 2018

Sumatrakita.com – Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengumumkan kondisi inflasi yang terjadi di Provinsi Aceh untuk bulan Juli 2018 sebesar 0,24 persen. Informasi inflasi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Wahyudin di Aula BPS Aceh, Rabu (1/8/2018).

Inflasi yang terjadi di Provinsi Aceh, sebutnya, disebabkan meningkatnya indeks harga konsumen untuk kelompok-kelompok pengeluaran yaitu kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,80 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,41 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau 0.37 persen, kelompok sandang 0,24 persen, kelompok kesehatan 0,22 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan deflasi sebesar 0,16 persen.

Inflasi “Year 0n year” (juli 2018 terhadap juli 2017), lanjutnya, untuk kota banda aceh sebesar 3,53 persen, kota lhokseumawe 4,65 persen, kota meulaboh 3,77 persen dan provinsi aceh 3,89 persen.

Wahyudin mengatakan komponen inti untuk provinsi aceh pada juli 2018 mengalami inflasi sebesar 0.18 persen, dan komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0.51 persen. Sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Ia mengungkap beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada bulan juli 2018 antara lain daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,1150 persen, beras sebesar 0,0628 persen, tomat sayur sebesar 0,0545 persen, cabai merah sebesar 0,0399 persen, mobil sebesar 0,0369 persen, dencis sebesar 0,0355 persen, dan bensin sebesar 0,0343 persen.

“Sedangkan beberapa komoditas di provinsi aceh yang mengalami penurunan harga pada bulan juli 2018 antara lain adalah tongkol dengan andil deflasi sebesar 0,0845 persen, udang basah sebesar 0,0619 persen, pepaya sebesar 0,0548 persen, jeruk nipis/limau sebesar 0,0361 persen, dan jeruk sebesar 0,0355 persen,” jelasnya.

Dari 82 kota di indonesia yang dipantau harganya pada juli 2018, tercatat 68 kota mengalami inflasi sedangkan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,47 persen dan yang terendah di Kota Depok, Banyuwangi, dan Surabaya masing-masing sebesar 0,03 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 1,45 persen.

Secara urutan inflasi tertinggi, Kota Meulaboh berada pada urutan 14, Kota Lhokseumawe pada urutan 36, dan Kota Banda Aceh pada urutan 59. Sedangkan bila dilihat dari 23 kota di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,87 persen dan yang terendah di Kota Banda Aceh sebesar 0,08 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 0,76 persen.

Tags
Baca Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close